Minggu, 15 Maret 2015

Sebut saja Mallika

Assalamualaikum Wr. Wb 

        Hallo pembaca setia, pasti tidak asing dengan kata “Mallika”. Mallika yang disebutkan disini bukan nama seorang artis dari India yaaa... hehehe. Masyarakat Indonesia tentu sering mendengar kata-kata ini di iklan stasiun TV Indonesia. Kata Mallika diatas adalah sebutan nama kedelai hitam unggul.

Apa yang melatarbelakangi budidaya Kedelai Mallika??

     Kedelai hitam Mallika (UGM file: 
   faperta.ugm.ac.id)

      Sebelumnya kita harus tahu lebih dulu manfaat tanaman kedelai. Berdasarkan buku yang penulis baca, Tanaman kedelai (Glycine max l) merupakan salah satu tanaman pangan yang sudah lama dibudidayakan oleh masyarakat indonesia. Tanaman ini mempunyai arti penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam rangka memperbaiki gizi masyarakat karena merupakan sumber protein nabati yang relatif murah bila dibandingkan sumber protein lainnya seperti daging, susu dan ikan (Mapegau, 2006).
      Kedelai merupakan bahan pangan yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain menjadi sumber protein nabati tinggi, kedelai juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri pangan dan industri pakan ternak. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan pangan seperti tahu, kecap, tempe, susu kedelai, tauco, snack, dan sebagainya (Damardjati dkk., 2005).
      Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Dr Ir Listyani Wijayanti, mengungkapkan selama beberapa dekade terakhir ini harapan kemandirian pangan belum dapat dicapai. Produksi kedelai dalam negeri masih terbatas sehingga masih butuh impor untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Ketergantungan impor kedelai ini bisa menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan kita. Agar masalah ini tidak berlarut-larut, maka perlu menghilangkan ketergantungan dengan kemandirian produksi kedelai dalam negeri. “Perlu adanya sinergi nasional untuk mencapai titik kemandirian nasional. Selain itu, perlu adanya komitmen dan dukungan ABG (Academic-Business-Government),” kata Listyani.

     Sebagai upaya nyata dari wujud kepedulian sosial terhadap kehidupan bangsa dalam membantu mengatasi permasalahan petani, khususnya mengurangi ketergantungan akan kedelai impor, UGM dalam hal ini diwakili Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian bersama dengan PT. Unilever Tbk. mengembangkan kedelai hitam kultivar Mallika. Kegiatan penelitian dan pengembangan kedelai hitam disertai pemberdayaan langsung kepada petani telah dilakukan sejak tahun 2000. Sementara itu, Profesor Mary Astuti, penemu kedelai Mallika yang juga seorang peneliti dan Guru Besar di Fakultas Teknologi Pertanian, UGM, mengemukakan, fakta bahwa kedelai hitam Mallika memiliki begitu banyak keunggulan dibandingkan varietas kedelai lainnya. Selain lebih tahan cekaman fisik dan juga lebih tahan serangan penyakit, kedelai hitam Mallika merupakan sumber pangan berkualitas yang tidak hanya lezat, namun juga bernutrisi.
      Untuk mendapatkan hasil kedelai yang unggul tentu perlu proses, "Kami pun merekayasa bibit unggul kedelai hitam yang awalnya dikembangkan di kawasan Ciwalen, Jawa Barat," kata Mary Astuti, yang menjadi koordinator proyek kerja sama itu. Bibit itu telah menjalani serangkaian uji coba, mulai uji pupuk, jarak tanam, produktivitas, pengairan, daya tahan hama, umur panen, hingga daya simpan. Akhirnya tercipta varietas unggul kedelai yang disebut "Mallika", yang berarti "kerajaan". "Harapannya, Mallika jadi raja benih kedelai hitam," ujar Mary kepada wartawan Gatra Arief Koes Hernawan.
      Mallika disebutkan lebih produktif dibandingkan dengan jenis lainnya. Jika satu polong kedelai biasa berisi tiga biji, Mallika memiliki hingga lima biji dan dapat tahan disimpan sampai enam bulan. Mallika juga tahan terhadap hama, terutama ulat jengkal dan ulat grayak. Selain itu, Mary mengatakan, Mallika lebih menyehatkan. "Kulitnya mengandung antioksidan dan dapat mencegah penyakit jantung koroner dan darah tinggi," katanya. Antioksidan adalah zat yang dapat melawan pengaruh bahaya dari radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari reaksi-reaksi kimia dan proses metabolik yang terjadi di dalam tubuh. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa senyawa antioksidan mengurangi risiko terhadap penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung koroner (Amrun et al. 2007).
      Sementara Dirjen Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Alimoeso mengatakan varietas unggul kedelai hitam Mallika diharapkan mampu meyakinkan bangsa bahwa petani dalam negeri dapat memproduksi kedelai berkualitas. Penemuan Mallika juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kedelai hitam nasional sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani.

     Demikian sekilas informasi tentang Kedelai Mallika, apabila ada kesalahan dalam penulisan penulis mohon maaf. Terima kasih atas waktunya, semoga bermanfaat.

WassalamualikumWr.Wb. :)

Referensi

Darmadjati, dkk. Prospek dan Pengembangan Agribisnis Kedelai. Jakarta : Badan Litbang
        Pertanian.   Departemen Pertanian. 2005
Mapegau. Pengaruh Cekaman Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai. Jambi :  
        Fakultas Pertanian. Universitas Jambi. 2006
Anonim. Tanaman Kedelai. http://www.repository.usu.ac.id/bitstream/.../4/Chapter%20II.pdf. . diakases
        pada  tanggal 13 Maret 2015, pukul 10.12 WIB.
Hidayat, Nur. Diabetes : Musim Menanam Semangka Berdaun Sirih. 
     http://www.biotek.lipi.go.id/index.php    /7-news/biotek/479-diabetes-musim-menanam- semangka-   berdaun-sirih . 2008. Diakses pada tanggal  13 Maret 2015, pukul 11.20 WIB.
Kastono, Dodi. Pemberdayaan Petani dalam Pengembangan Kedelai Hitam . http://faperta.ugm.ac.id/fokus
         /Pemberdayaan_Petani_dalam_Pengembangan_Kedelai_Hit am.php. Diakses pada tanggal 13 Maret
         2015 pukul 11.33 WIB.

Kamis, 26 Desember 2013

Semua tentang Candida krusei



Candida krusei + kakao> Cokelat :)
Pada article kali ini penulis membahas tentang spesies Candida krusei, penulis tertarik mengunggah tema tentang Candida krusei karena salah satu peranannya adalah membantu saat proses pembuatan coklat yaitu makanan yang banyak disukai orang tidak terkecuali penulis sendiri.

Taukah anda kalau buah kakao merupakan bahan dasar coklat yang lezat, biasa kita jumpai di pasaran??
Indonesia merupakan salah satu Negara peghasil kakao. Sebagian besar produksi kakao indonesia di ekspor, tetapi dianggap kurang bermutu oleh negara tujuan dikarenakan kadar lemak kurang dari 55% dari berat kering. Selain itu biji Kakao Indonesia tidak memiliki aroma khas Kakao, dikarenakan biji Kakao tidak difermentasikan terlebih dahulu (Atmana,1996).
Buah kakao merupakan buni berbentuk telur memanjang, dengan 5 pasang rusuk yang berwarna ungu atau kuning, dengan panjang sekitar 12-13 cm dengan dinding kulit yang tebal (van Steenis, 1997). Untuk jenis kakao lindak buahnya berwarna hijau ketika masih muda dan setelah tua berwarna kuning, bijinya berwarna ungu tua, gepeng dan rasanya pahit. (Anonim, 1994).

Ada hal yang membuat penulis tertarik membahas tentang Candida krusei, bagaimana peranan Candida krusei merubah buah kakao yang pahit menjadi cokelat yang lezat dan bermutu?
          Menurut buku yang penulis baca. Dalam produksi coklat harus difermentasi untuk menghilangkan rasa pahit dan mencegah agar coklat tidak pecah. Hal tersebut dilakukan oleh Candida krusei (Yoga Wirantara.2008). Dalam peranan spesies Candida krusei digunakan dalam penghilang rasa pahit dalam biji kakao yang mana bisa membuat coklat yang di produksi dalam pemasarannya tidak mengandung rasa pahit yang dikandung biji kakao yang sebenarnya.
       Candida krusei sangat berperan saat fermentasi. Pentingnya fermentasi pada biji Kakao dikarenakan pada proses ini dihasilkan calon senyawa aroma khas coklat. Selain itu selama proses ini terjadi penurunan kadar polifenol yang dapat menurunkan rasa kelat, namun proses fermentasi tidak boleh berlebihan (over fermentation) karena selain merusak citarasa dan aroma, juga akan terjadi pembentukan warna yang berlebihan.

Sekilas tentang Candida krusei
Klasifikasi                                                                             
Kingdom              : Fungi
Phylum                 : Ascomycota
            Subphylum           : Saccharomycotina
Class                     : Saccharomycetes
Order                    : Saccharomycetales
Family                  : Saccharomycetaceae
Genus                   : Candida
Species                 :Candida krusei
(Yoga Wirantara.2008)

Candida  krusei dapat tumbuh optimal pada suhu 37oC. Candida krusei melakukan fermentasi glukosa, melalui test urease didapat hasil positive (+) hal ini menunjukan bahwa Candida krusei menghasilkan enzim urease. Bentuk dari Candida krusei adalah batang atau basil.( Lay, B.W., 1994)

Kerja Candida krusei
       Dalam produksi coklat harus difermentasi untuk menghilangkan rasa pahit dan mencegah agar coklat tidak pecah. Hal tersebut dilakukan oleh Candida krusei.Jamur-jamur tersebut bereproduksi setiap jam, dan dengan segera menghasilkan beribu-ribu sel jamur individu di suatu area kecil, yang menghasilkan enzim untuk mencegah bagian luar
       Biji kakao harus difermentasi untuk menghilangkan rasa pahit dan menghancurkan mereka.Hal ini terjadi dengan dua jamur, C. krusei, dan Geotrichum. Sebagian besar waktu, kedua jamur sudah hadir pada polong benih dan bibit tanaman kakao. Ragi mereproduksi setiap beberapa jam, dan segera ada ribuan sel ragi individu dalam daerah kecil, yang menghasilkan enzim untuk memecah pulp di luar biji. Hal ini membuat asam asetat, membunuh embrio di dalam biji kakao, pengembangan aroma cokelat dan menghilangkan kepahitan. (Anonymous.2011)

  Skema Peranan Candida krusei Produksi Coklat

Referensi
Schelegel, H. G.,. Mikrobiologi Umum. Jogjakarta : UGM Press. 1994
van Steenis, C. G. G. J., . Flora. Jakarta : Pradnya Paramita.1997
Waluyo, Lud. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press. 2004
Wirantara, Yoga.2008. Candida krusei. Fakultas Farmasi. Universitas Sanata Dharma
Anonymous.2011.http://www.wikipedia.com.   Diakses pada tanggal 21 Desember 2013, pukul 21.10 WIB



Rabu, 27 November 2013

Peta Konsep Sistem Respirasi pada Manusia

Maaf-maaf di ralat peta konsep sebelumnya kurang lengkap kalau berdasarkan kurikulum 2013 kurang lebih seperti ini. Ini merupakan Peta Konsep Sistem Respirasi pada Manusia, tugas projek 1 mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran Ipa Biologi dengan dosen pengampu ibu Yanti herlanti. Kritik dan saran silahkan komentar. trimakasih







Peta Konsep Sistem Respirasi pada Manusia, tugas projek 1 mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran Ipa Biologi dengan dosen pengampu ibu Yanti herlanti. 
 

Maaf-maaf di ralat peta konsep sebelumnya kurang lengkap kalau berdasarkan kurikulum 2013 kurang lebih seperti ini. Ini merupakan Peta Konsep Sistem Respirasi pada Manusia, tugas projek 1 mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran Ipa Biologi dengan dosen pengampu ibu Yanti herlanti. Kritik dan saran silahkan komentar. trimakasih